Pertama kalinya recording ditemukan pada tahun 1887, yaitu ketika Thomas Alfa Edison menemukan alat perekam, yaitu cylinder phonograph.
Tujuan utama recording adalah merekam seluruh karya kita berikut arransemennya. Dan hasilnya dapat kita dengar ulang. Tentunya diharapkan kualitas musik tetap terjaga, tidak merusak telinga yang mendengar. Sebagai catatan kemampuan telinga kita sanggup menerima intensitas bunyi di kisaran 10 dB – 120 dB. Itupun kalau suara yang dihasilkan tidak rebek dan pecah.. Kualitas record yang rusak juga akan menghancurkan perangkat audio system di rumah.
Rabu, 18 Maret 2009
Prinsip RECORDING.
Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget (Cognitive Development Theory)
Piaget mendefinisikan pengetahuan (knowledge) sebagai suatu interksi yang terus menerus antara individu dengan lingkungan.
Perkembangan kognitif Piaget terfokus pada perkembangan secara alami fikiran pembelajar baik anak-anak maupun dewasa. Konsep perkembangan kognitif Piaget berawal dari analisa perkembangan biologi organisme tertentu. Menurut Piaget, intelegen (IQ=kecerdasan) itu seperti system kehidupan lainnya, yaitu proses adaptasi.
Menurut Piaget terdapat tiga perbedaan pola berfikir yang merupakan prasyarat perkembangan operasi formal, yaitu; gerakan bayi, semilogika, praoprasional pikiran anak-anak, dan operasi nyata anak-anak dewasa.
Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kognitif yaitu :
1. lingkungan fisik
2. kematangan
3. pengaruh sosial
4. proses pengendalian diri (equilibration)
(Piaget, 1977)
Tahap perkembangan kognitif :
1. Periode Sensori motor (sejak lahir – 1,5 – 2 tahun)
2. Periode Pra Operasional (2-3 tahun sampai 7-8 tahun)
3. Periode operasi yang nyata (7-8 tahun sampai 12-14 tahun)
4. Periode operasi formal
Tiga prinsip utama pembelajaran yang dikemukakan Piaget, antara lain:
a. Belajar aktif
Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang aktif, sebab knowledge itu terbentuk dari dalam subyek belajar. Untuk membantu perkembangan kognitif anak maka perlu diciptakan suatu kondisi belajar yang memungkinkan anak tersebut untuk belajar sendiri, misalnya: melakukan percobaan sendiri; memanipulasi symbol-simbol; mengajukan pertanyaan dan mencari jawabannya sendiri; membandingkan penemuan sendiri dengan penemuan temannya
b. Belajar melalui interaksi social
Dalam proses belajar diperlukan suasana yang memungkinkan terjadinya interaksi antar subyek belajar. belajar bersama baik dengan teman sebaya maupun orang yang lebih dewasa, menurut Piaget akan membantu perkembangan kognitif mereka. Karena tanpa kebersamaan kognitif akan berkembang dengan sifat egosentrisnya. Dan dengan kebersamaan khasanah kognitif anak akan semakin beragam.
c. Belajar melalui pengalaman sendiri
Dengan menggunakan pengalaman nyata maka perkembangan kognitif seseorang akan lebih baik daripada hanya menggunakan bahasa untuk berkomunikasi. Berbahasa sangat penting untuk berkomunikasi namun jika tidak diikuti oleh penerapan dan pengalaman maka perkembangan kognitif seseorang akan cenderung mengarah ke verbalisme.
Selasa, 17 Maret 2009
Multiple Intelligence
Teori Multiple Intelligence (inteligensi ganda) pertama kali ditemukan dan dikembangkan oleh Howard Gardner yaitu seorang psikolog perkembangan dan professor pendidikan dari Graduate School of Education, Harvard University Amerika Serikat. Inteligensi menurut Gardner adalah sebuah kemampuan untuk memecahkan persoalan dan menghasilkan produk dalam suatu setting yang bermacam-macam dan dalam situasi yang nyata. Seseorang dikatakan memiliki inteligensi yang tinggi apabila ia dapat menyelesaikan persoalan hidup yang nyata dan bukan hanya dalam teori sematan. Semakin seseorang terampil dan mampu menyelesaikan persoalan kehidupan yang situasinya bermacam-macam dan kompleks, semakin tinggi inteligensinya. Menurut Gardner manusia memiliki 9 kategori kecerdasan (Suparno, 2004), yaitu:
1. Verbal/linguistic intelligence
Inteligensi linguistik merupakan kemampuan seseorang dalam menggunakan kata-kata, baik secara lisan maupun tulisan, untuk mengekspresikan ide-ide atau gagasan-gagasan yang dimilikinya. Umumnya orang dengan inteligensi ini memiliki ketrampilan bahasa yang tinggi dan sangat mahir sebagai pembicara. Selain itu orang yang mempunyai kecerdasan linguistik tinggi akan berbahasa lancar, baik dan lengkap. Ia mudah untuk mengetahui dan mengembangkan bahasa dan mudah mempelajari berbagai bahasa.
2. Logical/Mathematical Intelligences
Logical/Mathematical Intelligences merupakan kecerdasan yang berkaitan dengan kemampuan penggunaan bilangan dan logika secara efektif. Tipe ini cenderung kuat dalam hal konseptual dan mencari hubungan logis dan numerik. Termasuk dalam kecerdasan ini adalah kepekaan pada pola logika, abstraksi, kategorisasi dan perhitungan.
3. Visual/Spatial Intelligences.
Visual/Spatial Intelligences kemampuan seseorang dalam menangkap dunia ruang visual secara tepat, yang termasuk dalam kecerdasan ini adalah kemampuan untuk mengenal bentuk dan benda secara tepat, melakukan perubahan bentuk benda dalam pikiran dan mengenali perubahan tersebut, menggambarkan suatu hal/benda dalam pikiran dan mengubahnya dalam bentuk nyata serta mengungkapkan data dalam suatu grafik. Contohnya kemampuan seorang arsitek.
4. Body/Kinaesthetic Intelligences.
Body/Kinaesthetic Intelligences merupakan kemampuan untuk mengontrol gerakan tubuh dan menangani objek-objek dengan trampil, memiliki kepekaan dan keseimbangan dan koordinasi yang baik antar anggota tubuh. Orang yang mempunyai kecerdasan ini dengan mudah dapat mengungkapkan diri dengan gerak tubuh mereka. Mereka dapat mengekspresikan apa yang mereka pikirkan dan rasakan melalui gerak tubuh. dengan mudah
5. Musical/Rhytmic Intelligences.
Musical/Rhytmic Intelligences merupakan kemampuan untuk mengembangkan dan mengekspresikan, menikmati bentuk-bentuk musik dan suara. Pada umumnya kuat dalam hal penggunaan suara, ritme dan pola dan sangat sensitif terhadap indra pendengarannya.
6. Interpersonal intelligence
merupakan kemampuan dalam hal berhubungan dengan dan memahahi seseorang. Seseorang yang memiliki kemampuan inteligensi interpersonal akan mengerti dan menjadi peka terhadap perasaan, motivasi, watak, temperamen, ekspresi wajah, suara dan isyarat dari orang lain. Mudah berempati dan memahami pola fikir dan perasaan orang lain. Peka terhadap perasaan dan motivasi.
7. Intrapersonal intelligence
Inteligensi interpersonal merupakan kemampuan seseorang untuk mengerti tentang diri sendiri dan mampu bertindak secara adaptif berdasar pengenalan diri. Termasuk dalam inteligensi interpersonal adalah kemampuan seseorang untuk berefleksi dan menyeimbangkan diri, mempunyai kesadaran tinggi akan gagasan-gagasan, mempunyai kemampuan mengambil keputusan pribadi, sadar akan tujuan hidup dapat mengendalikan emosi sehingga kelihatan sangat tenang. Orang yang mempunyai kecerdasan interpersonal akan dapat berkonsentrasi dengan baik serta dapat melakukan refleksi diri dan menyadari keadaan batinnya.
8. Natural intelligence
Inteligensi lingkungan atau natural merupakan kemampuan mengerti flora dan fauna dengan baik, dapat memahami dan menikmati alam dan menggunakannya secara produktif dalam bertani, berburu dan mengembangkan pengetahuan akan alam.
9. Inteligensi Eksistensial (existential intelligence)
Inteligensi eksistensial lmerupakan kepekaan dan kemampuan seseorang dalam menjawab persoalan-persoalan terdalam mengenai eksistensi manusia. Orang yang mempunyai kecerdasan eksistensi mencoba menyadari dan mencari jawaban yang terdalam.
Menurut Gardner, dalam diri seseorang terdapat kesembilan kecerdasan tersebut, akan tetapi untuk orang-orang tertentu terkadang suatu inteligensi lebih menonjol dari pada inteligensi yang lainnya.
Kamis, 12 Maret 2009
TEKA TEKI SILANG
Across:
1. menjahin hubungan antar sesama
7. perkataan, perbuatan dan keputusan nabi
13. berserah diri kepada Allah
16. makhluk yang diciptakan dari api
21. mengeluarkan sebagian harta untuk fakir miskin
Down:
4. sesuatu yang ingin dilakukan
6. keistimewaan yang dimiliki oleh para nabi
20. taman pendidikan al-qur'an